Bandung,GS – Kabar baik datang dari lembaga. Baru ini Politeknik Piksi Ganesha Bandung memberikan kebijakan berupa subsidi biaya komunikasi (02/04/2020). Melalui surat edaran direktur nomor: 403/Dir/Um/IV/2020 ada beberapa kebijakan yang tertuang.

Pertama mengenai jadwal kerja staf dengan layanan terbatas. Kedua mengenai subsidi biaya komunikasi sistem daring selama semester genap 2019/2020. Subsidi ini berlaku untuk dosen, pegawai, dan mahasiswa. Bagi dosen dan pegawai yang mengajar dan melayani dengan sistem daring akan diberi subsidi Rp.300.000,- (perbulan Rp.100.000,-).

Para mahasiswa pun diberi subsidi dengan nominal yang sama berupa potongan biaya kuliah semester genap 2019/2020. Namun, dengan syarat mahasiswa berstatus aktif, dan telah membayar angsuran bulanan pada bulan April S.d Juni 2020. Berbeda halnya untuk mahasiswa yang telah membayar biaya semester lunas akan dialokasikan untuk pembayaran berikutnya. Akan tetapi, subsidi ini tidak berlaku bagi yang membayar terlambat melebihi tanggal 25. Dan juga terdapat kebijakan mengenai pembebasan biaya keterlambatan bagi alumni yang belum mengambil ijazah.

Hal ini dibenarkan oleh bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan. Ai susi selaku Kabid Kerjasama dan Kemahasiswaan berkata bahwa kebijakan ini dibuat atas pertimbangan efek pandemi Covid-19.

Karena sekarang kuliah nya sistem daring, jadi diberikan kebijakan potongan biaya kuliah bagi mahasiswa, lumayan bisa meringankan beban mahasiswa buat beli kuota”, ujarnya.

Hal ini pun disambut baik oleh mahasiswa. Salah satu mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan ini pun angkat bicara. Kebijakan ini dianggap menguntungkan mahasiswa.

“Memang seharusnya gitu, kasih mahasiswa keringanan. Alhamdulillah”, ungkap mahasiswa angkatan 18 ini.

Dia pun bercerita mengenai kebijakan yang terus memberatkan mahasiswa beberapa waktu kebelakang. Kali ini mahasiswa bisa sedikit bernafas dengan lega, apalagi ditengah pandemi.

“Akhirnya ada kebijakan yang menguntungkan mahasiswa juga”,tambahnya.

Namun berbeda pandangan dengan Asri, Dwi Hadi berbagi pendapat.

“Potongannya terlalu sedikit”, ujar mahasiswa jurusan Farmasi ini.

Dia juga berharap, kebijakan ini tidak hanya berupa subsidi pembayaran kuliah. Ada sesuatu yang masih mengganjal yang perlu dikoreksi menurutnya.

“Seharusnya kebijakan mengenai KSK juga bisa dihapuskan, karena terlalu memberatkan mahasiswa. Apalagi dengan situasi seperti ini”, tutupnya menuturkan kepada tim gemasuara. (AN)*

 

Penulis: Annisa Nasri

One thought on “Dampak Pandemi, Piksi Berikan Subsidi”

  1. Tolong kepada pihak piksi ganesa untuk lain kali dalam memberikan promo kepada mahasiswa baru berupa voucher pikirkan lagi 1000x jangan sampai di tengah jalan voucher tidak berlaku………………..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.