Bandung,GS-Feel koplo ketika sedang tampil dia acara face to fest pada hari minggu (24/11/2019) di Prabuwangi Park Arcamanik.

Minggu, 24 november face to fest 2019 dengan mengusung temanya Art and Journalism mengimplementasikan seni sebagai bentuk kebebasan untuk berekspresi yang dikemas dalam bentuk festival. Sesuai dengan sifat seni yang berunsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain Face to fest ingin menjadi wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus menjadi jembatan masyarakat agar berfikir kreatif. Selain itu face to fest juga bertujuan untuk memberikan hiburan dan pengalaman baru bagi siapapun yang terlibat didalamnya.

Berlogokan wajah saling berhadapan dengan gradasi warna pink dan orange, face to fest ingin mengesensikan seni sebagai bentuk ekspresi yang bebas tak terikat. Face to fest 2019 memiliki agenda yang mengkolaborasikan antara seni dan kejurnalistikan. Diantaranya adalah ekshibisi foto, live mural, instalasi seni, bazar, live music dengan guest star utama Efek Rumah Kaca, Kunto Aji, Feel koplo dan The Panturas.

Agenda-agenda tersebut diisi oleh live mural yang berasal dari merxdar, art performance oleh Gerbong Bawah Tanah lalu talk show  oleh Amenk Coy, instalasi seni dari gamaseni serta ekshibisi foto yang berasal dari komunitas photo’s speak sebagai wujud implementasi tema dari acara ini.

Memiliki tagline #FaceYourself, menunjukan bahwa acara ini dibuat dengan mengedepankan keberanian serta kebebasan berekspresi dalam karya seni dan jurnalistik. Banyak pers mahasiswa yang turut andil dalam acara ini sebagai media Partisipation diantara nya LPM Gemasuara, Suara Mahasiswa, Media Parahyangan, Momentum dan masih banyak lagi.

Mereka juga  diberi kesempatan juga untuk mewawancarai guest star diantara nya Kunto Aji yang memberikan pendapatnya mengenai tema face to fest. “ menurut saya art dan jurnalisme berada di satu colab, karena art yang artinya seni tidak akan bisa tersebar ke masyarakat dengan baik tanpa adanya jurnalisme” tutur anji yang bersemangat ketika diwawancara sekaligus mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan panitia serta antusias penonton yang sangat ramai.

Dengan dihadirkannya acara ini, diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang baru dalam mengekspresikan seni dengan bentuk yang lain seperti kejurnalistikan. Selain itu para penggiat seni dan jurnalis agar bisa lebih berani untuk berekspresi sebagai wujud dari karya mereka.

Reporter : Hengki Febrianto & Ari Nurdin

Penulis : Hengki Febrianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.