Bandung,GS. Penggalan kalimat dari Benedict Anderson menyapa kita ketika memasuki ruang pameran yang diadakan oleh Urbane x Galery Yuliansyah Akbar. Acara yang dihelat di kawasan Jalan Cigadung raya Barat No.5 ini berlangsung dari tanggal 4 sampai 31 oktober 2019 dalam rangkaian event dua tahunan Bandung Design Biennale.

Pembukaan pameran dimulai dari jam 18.30 WIB (04/10/2019). Bertemakan “Ars Longta Vita Brevis” penonton diajak berinteraksi lewat diskusi membahas persentasi karya sayembara kawasan medan merdeka monas. Diskusi ini juga diisi oleh beberapa nama yang cukup nyaring dikelasnya. Tim SHAU & Ruang Waktu 26, Tim Urbane, dan Baskoro Tejo & Hepta design saling berganti mempersentasikan karya tersebut.

Sekitar 100-an lebih pengunjung memenuhi amphitheater Galeri Yuliansyah Akbar sejak pukul 18.30. dalam diskusi tersebut Ismael reza selaku direktur eksekutif Galeri Yuliansyah Akbar memaparkan bahwa pameran ini ditujukan untuk melihat dan membaca konsep-konsep yang mewujud pada bentukan yang ada.

“Pameran narasi kebangsaan ini tidak hanya berupa pameran benda saja, tapi bisa dilihat melalui konsep-konsep bentuk” ujar Reza sapaan akrab Direktur Eksekutif Galeri Yuliansyah Akbar ketika ditemui tim BDB.

 

 

pengunjung sedang melihat-lihat pameran narasi kebangsaan di Galeri Yuliansyah Akbar (04/10/2019)

 

 

Tim yang mempersentasikan karya-nya lewat Narasi Kebangsaan ini menjelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terdiri dari beragam budaya diseluruh nusantara. Dalam konteks Indonesia, Nasionalisme merupakan upaya untuk mempersatukan berbagai ragam dalam sebuah wadah yang dinamakan Indonesia. Salah satu sarat pembangunan yang bernuansa kebangsaan yang sangat kental adalah pengembangan kawasan medan merdeka dan pembangunan tugu Monument Nasional atau yang biasa kita kenal Monas.

Setelah sekian tahun Indonesia merdeka, Monas harus dipandang sebagai upaya menyegaran memori kolektif tentang Nasionalisme, sekaligus pemaknaan kontemporer pada setiap jiwa anak Bangsa. Maka pada awal tahun 2019 diadakanlah kompetisi desain untuk mendefinisikan kembali nasionalitas dan monumentalitas dalam konteks kontemporer melalu sebuah narasi kebangsaan.

Kota Bandung mempunyai peranan penting sebagai awal mula ide-ide kebangsaan. Maka pameran narasi kebangsaan di Galeri Yuliansyah Akbar ini berupaya menampilkan konsep dan karya kompetisi medan medeka. Beragamnya latar belakang yang memasukan karya di kompetisi Kawasan Medan Merdeka seaakan menyiratkan keragaman bangsa itu sendiri.

“Pameran ini diadakan dalam waktu panjang, dengan berbagai jadwal berbeda ditiap minggunya” pungkas Reza. Dia juga mengajak masyarakat untuk bisa menghadiri acara yang diadakan di Galeri Yuliansyah Akbar. Selain Event Dwi Tahunan Bandung Design Biennale ini juga, Konsep yang ditawarkan bisa membuat edukasi lebih bagi masyarakat Umum. (RH)

 

 

 

One thought on “Kenalkan Narasi Kebangsaan Lewat Pameran Konsep Medan Merdeka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.