Seorang muslim pasti sudah tidak asing jika mendengar kata ”Qurban”. Qurban sendiri berasal dari Bahasa Arab “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan, dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya. Dalam qurban, dikenal istilah “Udlhiyyah” yang merupakan nama untuk hewan yang disembelih pada hari raya qurban. Dan terdapat juga kata “Tadlhiyyah” digunakan sebagai makna berqurban atau melakukan qurban.

Qurban atau dilakukanya penyembelihan hewan ternak merupakan ritual ibadah umat muslim pada hari Raya Idul Adha. maka ibadah ini pun telah di tetapkan oleh Allah SWT, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah pada penanggalan islam. Jika melihat sejarahnya, dapat diketahui ditetapkannya ibadah tersebut karena pada hari itu terjadi peristiwa dimana nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya dengan maksud menguji keimananan beliau. Akhirnya nabi Ibrahim bersedia mengqurbankan putranya untuk Allah SWT, melihat pengorbanan nabi Ibrahim Allah mengganti anaknya dengan seekor domba pada waktu penyembelihannya.

 

Ketentuan hewan Qurban

Dalam ibadah Qurban Allah SWT telah menentukan hewan ternak yang boleh di sembelih diantaranya Sapi, domba, kambing, kerbau dan unta. Untuk seekor unta dan sapi mencukupi 7 orang.

Syarat syarat hewan qurban:

  1. Domba yang digunakan untuk berqurban harus berumur lebih atau sama dengan usia satu tahun sempurna dan memasuki tahun yang kedua,
  2. Kambing dinyatakan sah apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga,
  3. Sapi untuk berqurban sah ketika sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.

 

Perlu di perhatikan sebelum memilih hewan qurban, berikut yang menyebabkan tidak sahnya hewan Qurban:

  1. Hewan yang salah satu matanya buta atau cacat,
  2. Binatang pincang pada salah satu kaki,
  3. Hewan yang sakit dan sangat kurus,
  4. Binatang yang terputus sebagian atau seluruh telinganya, serta sebagian atau seluruh ekorrnya.

HUKUM MELAKSANAKAN QURBAN
 
Menyembelih hewan qurban hukumnya adalah sunnah muakkad. Sunnah muakkad berarti ibadah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib. Sebagaimana di jelaskan dalam QS: Al-Hajj:34.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), “ (QS. Al-Hajj:34).
YANG BERHAK MENDAPATKAN DAGING HEWAN QURBAN

Daging Qurban tidak hanya bisa dinikmati oleh orang yang berqurban dan keluarganya, akan tetapi di perintahkan untuk di bagikan kepada orang lain

  1. Orang yang berqurban dan keluarganya
    Orang yang melakukan qurban di anjurkan memakan sebagian daging qurban. Hal tersebut di jelaskan dalam Hadist imam Al Baihaqi bahwa Rasulullah SAW tidak memakan apapun ketika idul adha, hingga kembali ke rumah, sesampai di rumahnya beliau memakan Hati hewan yang di qurbankannya.
  2. Memberikanya kepada fakir dan miskin
    Memberikan daging qurban kepada fakir dan miskin sangat di anjurkan atau wajib, Allah SWT telah menganjurkan untuk saling memberi dan membantu orang yang membutuhkan termasuk daging q
  3. Kerabat
    Selain kepad fakir dan miskin kita juga berhak atau di anjurkan memberikan daging qurban kepada teman, tetangga dan kerabat dekat agar tidak terjadi konflik sosial meskipun mereka kaya.

 

KEUTAMAAN BERQURBAN

            Selain membantu orang yang membutuhkan ternyata berqurban memiliki keutamaan yang istimewa di sisi Allah SWT antara lain :

  1. Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail
  2. Mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT
  3. Sebagai ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT
  4. Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang disukai oleh Allah SWT
  5. Dapat menyebarkan kebaikan dan manfaat untuk orang lain
  6. Merupakan amalan paling utama di Idul Adha

Berqurban mengajarkan agar selalu taat kepada Allah. Dan  juga mengingatkan agar selalu bersyukur dan ikhlas atas apa yang Allah berikan.  Karena dengan itu semua maka hal yang paling utama yang akan didapat adalah mendapat ridho dari Allah SWT. (Jonda)**

Penulis : Jonda Eka

Editor : Annisa Nasri

One thought on “Keutamaan Serta Hukum Berqurban”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.