Bandung,GS.- Tidak banyak orang yang mengetahui tentang irama dan nada yang berasal dari kayu. Ukulele adalah salah satu contoh prodak kayu yang menghasilkan bunyi yang merdu. Proses pembuatannya pun bisa dibilang gampang susah. Pemilihan material yang harus sesuai dengan klasifikasi agar menghasilkan produk yang memuaskan.

Mahardika instrument adalah salah satu creative production yang menggarap produksi ukulele. Bertempat di Jl. Bukit pakar no 31 Dago Bandung. Melalui rangkaian Bandung Design Biennale, Mahardika Instrumen mengajak publik untuk menjelajah perjalanan dari sebongkah kayu hingga menjadi ukulele yang memiliki suara yang merdu. Mahardika Instrumen menawarkan beberapa workshop dalam gelaran Bandung Design Biennale.

Workshop pertama mengambil tajuk “The Journey Of Sound” dilaksanakan pada hari minggu (06/10/2019). Andy Mahardika selaku Founder Mahardika Instrumen menjelaskan tentang bagaimana perjalanan sebongkah kayu sehingga bisa menjadi sebuah instrumen yang menghasilkan suara yang bagus. Dengan konsep tour workshop, andy mengajak pengunjung berkeliling studio untuk melihat bagaimana proses pembuatan sebuah ukulele tersebut.

“kebanyakan bahan saya pakai kayu lokal, beberapa ada yang import tergantung bagaimana kebutuhan ukulelenya dulu” jelas andy ketika menjelaskan beberapa komponen material pada workshopnya.

Antusiasme pengunjung kian bertambah ketika hari mulai petang. Beberapa pengunjung mulai mendatangi Mahardika Instrumen studio. Salah satu pengunjung berasal dari Komunitas Ukulele Bandung. “design itu benar-benar hal dasar yang bisa menjadikan suatu hal yang terstuktur, sehingga bisa menghasilkan karya yang lebih berharga lagi” ungkap Rizki salah satu pengunjung dari Bandung Ukulele ketika ditanya mengenai workshop oleh reporter lpmgemasuara.com.

Workshop The Journey Of Sound ini juga tidak hanya menjelaskan bagaimana cara pembuatan ukulele. Namun, Founder Mahardika Instrumen juga memaparkan banyak ilmu mengenai bagaimana mengetahui kualitas sebuah kayu. Dia berbagi ilmu mengenai bagaimana memilih kayu yang baik dari serat atau Inside Grain agar menghasilkan karya yang memuaskan. Dia menyayangkan buruknya teknik memotong kayu di Indonesia. Karena kurangnya edukasi mengenai kayu itu sendiri yang menyebabkan baik buruknya sebuah kayu. Dengan Workshop ini Andy berharap masyarakat bisa memahami indrustri tersebut terutama dibidang kayu.

Selain workshop The Journey Of Sound, Mahardika Instrumen juga akan mengadakan beberapa workshop kedepannya. Masih dalam gelaran Bandung Design Biennale, Andy mengajak masyarakat untuk andil dalam berbagai agenda kedepan. 19 september mendatang, Mahardika Instrumen akan berkolaborasi dengan Bukatana Maker Space untuk membuat ukulele dengan menggunakan bahan-bahan Recycle seperti kaleng bekas. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.